Sikap 6 Negara Atas Serangan Israel yang Menewaskan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran
Tewasnya Ismail Haniyeh membuat sejumlah negara mengambil sikap atas kematian pemimpin Hamas akibat serangan udara.
5. Rusia
Tak ketinggalan, Rusia juga buka suara soal meninggalnya Ismail Haniyeh.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov menyebut pembunuhan politik tidak bisa diterima dan bisa semakin memperburuk ketegangan regional.
"Ini semua sangat buruk. Ini adalah pembunuhan politik yang sama sekali tidak dapat diteerima dan ini akan menyebabkan eskalasi ketegangan lebih lanjut," tutur Bogdanov, dikutip dari kantor berita pemerintah Rusia, RIA Novosti, Rabu.
Selain itu, ia juga memperingatkan kemungkinan peristiwa ini akan memberikan dampak negatif yang signifikan pada negosiasi Doha.
6 Indonesia
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam pembunuhan terhadap pimpinan Hamas tersebut. Respons tersebut disampaikan Kemenlu melalui akun resminya di X @Kemlu_RI, pada Rabu.
"Tindakan tersebut merupakan tindakan provokatif yang dapat meningkatan ekskalasi konflik di kawasan dan merusak proses negosiasi yang terus diupayakan," tulis pernyataan Kemlu.
Secara terpisah, mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla juga menyampaikan duka cita sekaligus mengenang sosok Haniyeh.
Ia menyebut Haniyeh pernah berkata, pihaknya hendak berdamai dengan Fatah untuk persatuan Palestina. Haniyeh juga pernah mengutarakan keinginannya berkunjung ke Indonesia bersama perwakilan Fatah.
"Kita mengharapkan cita-cita beliau untuk kedamaian Palestina dapat dicapai, walaupun perang sudah demikian kerasnay di sana. Kita berdoa semoga arwah beliau diterima di sisi-NYa," kata Jusuf Kalla, dikutip dari KompasTV, Rabu.
JK menilai, pembunuhan Haniyeh akan memperburuk situasi di Timur Tengah. Namun, dirinya tetap berharap konflik dapat diselesaikan dengan baik.
(Kompas.com/Cella Defa)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
Gencatan Senjata Israel-Iran Hanya Temporer, Diprediksi Bakal Memanas Lagi |
![]() |
---|
Konflik Israel vs Iran Belum Reda, Kemenlu RI: Proses Evakuasi WNI ke Tanah Air Rumit |
![]() |
---|
Kloter Pemulangan WNI dari Wilayah Konflik Iran, 31 Orang Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Hari Ini |
![]() |
---|
Gelombang ke-2 Evakuasi WNI dari Iran, 48 Orang Tiba di Tanah Air Lewat Bandara Soetta |
![]() |
---|
Sosok Mostafa Sadati-Armaki, Ilmuwan Nuklir Iran Terbaru yang Dibunuh Israel, Diduga Sudah Ditarget |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.