Hamas Sebut Pemimpin yang Baru Kemungkinan Bermarkas di Luar Gaza

Ismael Haniyeh sebelumnya juga tewas dibunuh Israel saat sedang tidur di penginapan khusus milik Iran.

Editor: Joseph Wesly
(AFP/KARIM JAAFAR)
Kepala Biro Politik Hamas di pengasingan, Khaled Meshaal (kiri), berbicara dalam sebuah konferensi di ibu kota Qatar, Doha, 1 Mei 2017. 

Ia mengatakan bahwa sandera Israel tidak akan dikembalikan sampai pasukan Israel mundur dari Gaza dan perang berakhir.

Hamas sendiri memiliki sejarah mengganti pemimpinnya yang tumbang dengan cepat dan efisien, dengan badan pembuat keputusan utamanya, Dewan Syura bertugas menunjuk pemimpin baru.

Dewan Syura mewakili semua anggota Hamas di Jalur Gaza, Tepi Barat, penjara-penjara Israel dan diaspora Palestina, yang berarti pemimpin baru harus memiliki wewenang untuk memasuki pembicaraan gencatan senjata.

Bahkan jika dia tidak berada di Gaza, tempat orang-orang bersenjata Hamas masih menyandera puluhan warga Israel, pemimpin baru harus bisa memberi keputusan.

Selain Hayya, yang merupakan kepala negosiator Hamas, pesaing utama kepemimpinan lainnya adalah Khaled Meshaal, pendahulu Haniyeh, dan Mohammad Darwish, seorang tokoh yang kurang dikenal yang mengepalai Dewan Syura, menurut para analis dan sumber Hamas. Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved