Berita Daerah

Wamenaker Immanuel Ebenezer Pastikan Tak Ada PHK Karyawan Sritex Usai Dinyatakan Pailit 

Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Sritex setelah dinyatakan pailit.

Editor: Joko Supriyanto
kompas.tv
Dokumen: Sritex. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Sritex setelah dinyatakan pailit.

Hal ini disampaikan oleh Immanuel Ebenezer Gerungan mengunjungi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Senin (28/10).

Immanuel Ebenezer Gerungan menegaskan, bahwa kedatangannya ke PT Sritex untuk memastikan ada PHK karyawan atau tidak pascaputusan Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang yang menyatakan pailit.

 "Tugas saya melihat kawan-kawan buruh di PHK atau tidak. Jawabannya tadi ya di Sritex ini tabu kata PHK. Jadi nggak ada namanya PHK," kata Immanuel Ebenezer Gerungan.

Selain itu, menurut dia menilai, tidak ada kegelisahaan di kalangan karyawan terkait informasi pailit.

"Ternyata tidak ada yang (karyawan) gelisah. Itu hanya opini-opini liar yang saya tidak tahu sengaja membuat kesan negatif terhadap perusahaan Sritex," ungkap dia.

Baca juga: Daftar Utang Sritex Senilai Rp 25 Triliun di 28 Bank, BCA Paling Banyak Mencapai Rp 1,3 Triliun

Selain itu, ia juga menjelaskan konsep kekeluargaan di PT Sritex sangatlah bagus.

"Bagi karyawan, PT Sritex merupakan rumah kedua mereka. Banggalah kita punya buruh yang patriotik, dan banggalah kita mempunyai pengusaha seperti Pak Iwan yang sangat patriotik," tuturnya.

Ia juga mengungkap pesan dari Presiden Prabowo untuk menekankan jiwa patriotik. 

"Kita butuh buruh yang patriotik, dan kami temui di Sritex," tandasnya.

Adapun, Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto mengakui adanya langkah efisiensi terhadap sejumlah karyawan.

Baca juga: Karyawan Sritex Terancam PHK Usai Pailit, Prabowo Langsung Perintahkan 4 Kementerian Lakukan Ini

Ia menegaskan, keputusan ini murni berdasarkan pertimbangan bisnis, bukan sebagai akibat dari status pailit perusahaan.

"Efisiensi memang dilaksanakan, namun keputusan untuk efisiensi semua adalah berdasarkan keputusan bisnis, di mana semua itu diputuskan karena kita memang tidak bisa atau market belum ada pembelinya," ucapnya, Senin (28/10).

Iwan mengungkapkan, efisiensi bukan karena kebangkrutan PT Sritex. Iwan menyebut, PHK merupakan kata tabu bagi PT Sritex.

"PHK itu adalah kata-kata yang sangat tabu, haram di dalam usaha kita. Maka dari itu, kami meyakinkan kepada seluruh karyawan bahwa usaha Sritex tetap normal," paparnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved