Masalah Sampah di Tangsel

Pemkot Tangsel Tambah Armada Truk Sampah dari 27 Jadi 40 Unit

Status tanggap darurat sampah akan diperpanjang selama dua pekan, terhitung mulai 6 hingga 19 Januari 2026.

Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
BENYAMIN DAVNIE - Pemkot Tangsel menambah armada truk sampah dari 27 menjadi 40 unit selama tanggap darurat untuk mempercepat pengangkutan sampah di kota,  (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Tangerang Selatan mengambil langkah cepat merespons keluhan warga terkait sampah yang menumpuk.
  • Penanganan difokuskan pada titik-titik prioritas seperti pasar dan jalan utama, disertai pengaturan jadwal pengangkutan.
  • Selain menambah armada, pemerintah menyiapkan langkah penegakan aturan yang lebih tegas, termasuk sanksi bagi pelanggar.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menambah armada truk sampah dari sebelumnya 27 unit menjadi 40 unit selama masa tanggap darurat sampah, untuk mempercepat pengangkutan dan penanganan tumpukan sampah.

Status tanggap darurat sampah akan diperpanjang selama dua pekan, terhitung mulai 6 hingga 19 Januari 2026.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan penambahan armada ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait sampah yang menumpuk di sejumlah pasar, jalan protokol, dan kawasan permukiman.

Benyamin Davnie menjelaskan peningkatan jumlah armada truk merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan sampah dapat diangkut lebih cepat dan efisien. 

"Dengan tambahan armada truk ini, kita bisa lebih optimal dalam menanggulangi sampah, terutama di kawasan pasar dan jalan utama yang menjadi fokus penanganan,” ujar Benyamin saat ditemui di Gedung Puspemkot, Ciputat, Tangsel, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Jawab Keluhan Warga, Pemkot Tangsel Mulai Bersihkan Gunungan Sampah di Area Pasar

Menurut Benyamin, penambahan armada bukan sekadar menambah kendaraan, tetapi juga diiringi dengan pengaturan jadwal pengangkutan yang lebih terstruktur. 

Pengangkutan dilakukan di lokasi-lokasi prioritas, seperti Pasar Ciputat, Cimanggis, Jombang, dan Bintaro, sehingga diharapkan penumpukan sampah dapat segera teratasi.

Penambahan armada ini juga menunjukkan kapasitas pemerintah daerah dalam merespons permasalahan sampah secara konkret.

Selama beberapa minggu terakhir, permasalahan sampah di Tangerang Selatan semakin terasa akibat penuh­nya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. 

Kondisi ini menyebabkan sampah di sejumlah titik tidak terangkut, sehingga tumpukan sampah terlihat di pinggir jalan dan bahkan sempat hanya ditutupi terpal.

Baca juga: Sampah Pasar Jombang Tangsel Menggunung, Drainase Tersumbat dan Pedagang Keluhkan Bau 

Selain penambahan armada, Pemkot Tangsel juga menyiapkan langkah-langkah lain untuk menekan masalah sampah. 

Pemerintah menegaskan penegakan aturan melalui sanksi pidana ringan (tipiring) bagi warga yang membuang sampah sembarangan, membakar sampah, atau tidak memilah sampah organik dan anorganik. 

Penindakan ini dilakukan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja, Pengadilan Negeri, dan Kejaksaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved