Ada Apa di Pos Lansia Tangsel? Ternyata Bukan Cuma Periksa Kesehatan
Pos Lansia di Jalan Eka Bhakti, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten menjadi salah satu pusat layanan kesehatan terpadu bagi warga
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
Tribuntangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG UTARA - Pos Lansia di Jalan Eka Bhakti, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten menjadi salah satu pusat layanan kesehatan terpadu bagi warga lanjut usia.
Lantas, layanan apa saja yang diterima para lansia di pos ini?
Di lokasi ini, para lansia tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga layanan skrining kesehatan fisik dan mental, edukasi kesehatan, hingga kegiatan pemberdayaan yang dirancang untuk menjaga mereka tetap sehat, aktif, dan mandiri di usia senja.
Pantauan TribunTangerang.com di lokasi, terlihat spanduk bertuliskan Posyandu (ILP) Integrasi Layanan Primer Selada. Di pos ini, seluruh siklus hidup dilayani, termasuk kelompok lansia.
Saat memasuki area, para lansia terlebih dahulu melakukan pendaftaran dengan mencatat nama untuk kemudian mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan.
Selanjutnya, para lansia menjalani pengecekan awal berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta sesi tanya jawab mengenai keluhan kesehatan yang dirasakan.
Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan oleh dokter di dalam ruangan untuk mendapatkan evaluasi kesehatan yang lebih mendalam sesuai kondisi masing-masing lansia.
Tak hanya layanan kesehatan, pos ini menghadirkan kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan kerajinan tangan, mulai dari membuat tas dari sampah hingga karya dari kain perca seperti gantungan, serta berbagai pelatihan lain bagi para lansia.
Kepala Dinas Kesehatan, Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan pos lansia bukan sekadar pemeriksaan kesehatan rutin, melainkan layanan terpadu yang mengedepankan edukasi dan pendampingan.
"Pos Lansia ini merupakan kegiatan untuk bagaimana kita bisa meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Allin kepada TribunTangerang.com, Jumat (1/5/2026).
Allin mengungkapkan, di Pos Lansia akan dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk skrining kesehatan mental.
Ia menegaskan pendekatan ini penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan secara dini.
“Pemeriksaan ini juga mencakup screening lansia sederhana untuk melihat enam kapasitas intrinsik,” ujarnya.
Enam kapasitas yang dimaksud meliputi fungsi kognitif, status gizi, mobilitas, pendengaran, penglihatan, serta kondisi depresi.
| Kebiasaan Menyebut Overthinking Bisa Menutupi Masalah Mental Serius |
|
|---|
| Banjir dan Pohon Tumbang Terjadi di Tangsel Usai Hujan Deras Disertai Angin |
|
|---|
| 174 Ribu Lansia Jadi Perhatian, Pemkot Tangsel Siapkan 35 Pos Lansia Baru |
|
|---|
| Tak Perlu Aplikasi Baru, Warga Tangsel Kini Bisa Akses Layanan Publik Lewat WhatsApp |
|
|---|
| Setahun Kepemimpinan Maesyal-Intan, Program Tunas Catat Sejumlah Capaian di Sektor Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/POS-LANSIA-678.jpg)