Kesehatan

Baik Buruk Karbohidrat dalam Asupan Makanan, Ini Bukti Penelitian Terbaru

Makanan mengandung karbohidrat seperti kacang polong dan kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan produk susu, buah-buahan, dan sayuran.

Greenletes
Ilustrasi makanan mengandung karbohidrat seperti biji-bijian, umbi-umbian, dan sayuran. 

Sedangkan yang mengandung hingga 10 molekul gula disebut oligosakarida.

Laktosa — gula utama dalam susu hewan — yakni disakarida terdiri atas monosakarida glukosa dan galaktosa.

Oligosakarida merupakan karbohidrat prebiotik menengah yang ada dalam makanan kaya serat dan ASI.

Baca juga: 5 Mitos Kesehatan Kulit, Ada Kesalahahpahaman dalam Perawatan Kulit

Karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida, rantai molekul gula yang lebih panjang dan rumit termasuk pati dan serat makanan.

Pati adalah karbohidrat yang tersimpan dalam kacang polong dan kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran.

Manfaat pati antara lain memberi energi tubuh.

Serat makanan menjadi bagian tanaman yang tidak dapat dicerna.

Serat itu terdapat dalam biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Kacang-kacangan seperti kacang polong dan kacang-kacangan — yang membantu kesehatan usus.

Baca juga: Manfaat Pisang Barangan yang Jarang Diketahui, Terutama untuk Kesehatan Pencernaan

Apakah ada karbohidrat 'sehat' dan 'tidak sehat'?

Karbohidrat sering mendapat nilai buruk karena asosiasi konsumsi berlebihan dengan penambahan berat badan, obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes.

Fenomena itu oleh para peneliti disebut carbotoxicity, yang menyebutkan, konsumsi berlebihan karbohidrat bisa menyebabkan penyakit kronis.

Lantas, diet rendah karbohidrat menjadi populer bagi terutama mereka yang ingin menurunkan berat badan atau mengelola kadar gula darah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved