Rabu, 27 Mei 2026

Kesehatan

Waspada Gigi Berlubang Parah Bisa Berpengaruh pada Kesehatan Jantung

Penting menjaga kesehatan gigi dan mulut. Jika gigi berlubang parah, maka berisiko terkena penyakit jantung tiga kali lebih tinggi.

Tayang:
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Intan UngalingDian
Joanne Caplin DDS PC
Ilustrasi pemeriksaan gigi. Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena berkaitan dengan organ lainnya yakni kesehatan jantung. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Jaga kesehatan gigi dan mulut Anda. Jika mengabaikan kesehatan gigi dan mulut , maka bisa mengancam nyawa.

Pasalnya, kesehatan gigi dan mulut yang buruk bisa memengaruhi kesehatan jantung.

Apalagi jika gigi berlubang parah, maka berisiko terkena penyakit jantung tiga kali lebih tinggi.

Penting menjaga kesehatan gigi dan mulut itu dikemukakan dr BRM Ario Soeryo Kuncoro SpJP (K) FIHA FAsCC, pakar kardiologi dari RSJPD Harapan Kita dan Heartology CV Center Brawijaya Hospital Saharjo.

Menurut Ario Soeryo Kuncoro, gangguan jantung yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut yakni endokarditis.

Dia menjelaskan, kuman di mulut dan gigi masuk ke aliran darah sehingga memicu peradangan dan kerusakan pada katup jantung sehingga menyebabkan kebocoran jantung.

Kumpulan kuman menempel pada jaringan luka akan meningkatkan risiko infeksi lanjut dan stroke, sehingga diperlukan penanganan segera dan operasi katup.

Bahkan penggantian katup jantung.

Baca juga: Gaya Tidur Vampir Bisa Memecahkan Masalah Tidur dan Mengatasi Masalah Kesehatan Lain

Baca juga: 6 Manfaat Kesehatan Teh Hijau Berdasarkan Penelitian Termasuk Bisa Menghilangkan Bau Mulut

"Kuman salah satunya dapat berasal dari kondisi kesehatan gigi yang buruk seperti gigi berlubang parah," kata Ario saat menjadi pembicara acara 'Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2021' secara virtual pekan lalu.

"Jadi, endokarditis sangat bisa dicegah, termasuk dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta rutin memeriksakan gigi," katanya lagi.

Oleh karena itu menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting terutama saat pandemi Covid-19.

Masalah kesehatan gigi dan mulut juga menjadi perhatian pemerintah. 

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan gigi dan mulut di masyarakat.

"Hal ini tentunya dapat menjadi tantangan bagi kita dalam mewujudkan Indonesia bebas karies tahun 2030," kata Budi Gunadi pada kesempatan yang sama.

Lantas, dia mengapresiasi Unilever Indonesia bersama Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (AFDOKGI).

Serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), yang telah mendukung terselenggaranya 'Bulan  Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2021'.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua, baik untuk tenaga kesehatan gigi dan mulut maupun masyarakat Indonesia," kata Budi Gunadi.

Baca juga: 7 Manfaat Kesehatan Konsumsi Dark Chocolate alias Cokelat Hitam

Baca juga: Anak-anak Makan Banyak Buah dan Sayuran Memiliki Kesehatan Mental Lebih Baik

Tantangan saat pandemi

Drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc Head of Sustainable Living Beauty and Personal Care and Home Care, Unilever Indonesia Foundation mengatakan, tantangan menjaga kesehatan gigi dan mulut makin terasa ketika pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, Survei global Pepsodent menunjukkan, 30 persen responden di Indonesia mengaku pernah melewati sehari penuh tanpa menyikat gigi.

Alasan tidak menyikat gigi karena malas (46 persen) karena interaksi tatap muka berkurang.

"Akibatnya, permasalahan gigi dan mulut kian meningkat, seperti kemunculan gigi berlubang baru pada 25 persen responden Indonesia," ujar Mirah. 

Menurut dia, edukasi konsisten masih sangat dibutuhkan.

Layanan kesehatan gigi dan mulut berbasis digital merupakan alternatif tepat untuk menjangkau masyarakat luas. 

Oleh karena itu, BKGN 2021 kembali mengoptimalkan layanan teledentistry nasional "Tanya Dokter Gigi by Pepsodent.

Layanan kesehatan itu melalui WhatsApp di 0878-8876-8880 selama November–Desember 2021.

Tenaga medis yang dilibatkan yakni dokter gigi dari 28 fakultas kedokteran gigi di Indonesia dan 50 PDGI cabang.

Baca juga: Pilih Sendiri Jenis Olahraga Kesukaan dan Raih Manfaat Kesehatan, Ini Cara Memulainya

Baca juga: Perbedaan Prebiotik dan Probiotik, Manfaat Kesehatan, dan Efek Samping

Saat ini, BKGN telah memberi manfaat kepada lebih dari 500.000 masyarakat Indonesia, melibatkan 135 PDGI Cabang dan 26 Fakultas Kedokteran Gigi.

Serta lebih dari 17.000 dokter gigi dan mahasiswa fakultas kedokteran gigi.

Dr drg RM Sri Hananto Seno SpBM (K) MM, Ketua Umum Pengurus Besar PDGI mengatakan, layanan teledentistry nasional di BKGN 2021 kini dilengkapi fitur video call sehingga masyarakat dapat berkonsultasi secara aman, nyaman dan akurat. 

"Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut, jangan ragu berkunjung ke dokter gigi," kata Sri Hananto.

Menurut dia, Kemenkes RI bersama PDGI telah menerapkan petunjuk teknis ‘Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru’ secara merata.

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved