Virus Corona

KABAR BAIK: Menkes Optimistis Endemi Covid-19 Bisa Dicapai dalam Waktu 1,5 Tahun, Bukan 10 Tahun

Menkes Budi Gunadi mengatakan, untuk mencapai status endemi, pertimbangan tidak hanya dari sisi kesehatan, tapi juga sosial, politik, serta budaya.

YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait Evaluasi PPKM, beberapa waktu lalu. Menkes menyatakan pemerintah memprediksi puncak Omicron terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Seiring masifnya vaksinasi Covid-19 dosis 1, dosis 2 dan vaksinasi booster, optimisme masyarakat hingga Pemerintah semakin meningkat terkait penurunan tren Covid-19.

Tak terkecuali Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga optimistis status endemi Covid-19 bisa dicapai 1,5 tahun lagi.

Apalagi, cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia cukup tinggi.

Video: Aglomerasi Jadi Penyebab Pasang Surut Covid-19

"Per hari kemarin (17/3/2022) sudah mencapai 194 juta orang yang berhasil disuntik, di antaranya 154 juta sudah dua dosis."

"Waktu Indonesia pertama kali masuk vaksinasi, saya ingat majalah terkenal dari The Economist mengatakan (pandemi ini) akan selesai 10 tahun."

"Tetapi saya lihat tren-nya seperti ini, mudah-mudahan tidak sampai 1,5 tahun sudah selesai," kata Budi dalam vaksinasi booster dan donor darah di City Hall Pondok Indah Mall, Jumat (18/3/2022).

Baca juga: KABAR BAIK! Polri Bersiap Tinggalkan Pandemi Covid-19 Menuju Endemi

Baca juga: Pendemi Tidak Menyurutkan Pembelian Mobil Mewah, Mercedes-Benz Berhasil Menjual 2.537 unit di 2021

Menurut Budi, untuk mencapai status endemi, pertimbangan tidak hanya dari sisi kesehatan, tapi juga sosial, politik, serta budaya.

"Kita sudah mengalami pandemi kan lebih dari 10 kali sejak abad ke-13, 14, selalu pertimbangannya banyak," imbuhnya.

Dari segi kesehatan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Bapak presiden sudah menyiapkan skenario-skenario."

Baca juga: Transisi Pandemi Covid-19 Menuju Endemi, Kementerian Kesehatan Gelar Survei Antibodi Masyarakat

"Kita ingin kalau bisa indikator transmisi yang WHO ada tiga itu, level satu dalam enam bulan berturut-turut."

"Usulan epidemiolog kalau bisa reproduction number-nya di bawah satu selama 6 bulan berturut-turut, juga minimal vaksinasi lengkapnya dua kali," paparnya.

Budi menegaskan, endemi bukan berarti Covid-19 hilang.

Virusnya tetap ada tapi penularannya rendah terkendali.

Baca juga: Epidemiolog: Covid-19 Bukan Flu, Membiarkannya Menjadi Endemi Bukan Rencana yang Tepat

"Yang penting adalah budaya masyarakat sudah paham bagaimana menangani penyakit itu sendiri tanpa dipaksa oleh pemerintah," tuturnya.

Misalnya endemi demam berdarah. Masyarakat yang sakit demam berdarah, sadar bisa melakukan penanganan sendiri seperti menyemprot rumah, dan jika demam naik turun melakukan cek darah sendiri.

Lalu, masuk rumah sakit tertangani dengan baik.

"Edukasi masyarakat agar paham sekali."

"Covid-19 ini kita harus pakai masker."

"Kalau bergejala harus PCR."

Baca juga: Jokowi: Covid-19 Tidak Mungkin akan Hilang, Kita Harus Mulai Siapkan Transisi dari Pandemi ke Endemi

"Kemudian kalau sudah positif mesti isolasi untuk tidak menularkan, itu yang paling penting untuk dipenuhi sebagai syarat menjadi endemi," paparnya. (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved