Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Mengenal Trem yang Jejaknya Ditemukan pada Pembangunan MRT Fase 2

Sejarah Jakarta: Mengenal Trem yang ada Sejak Hindia Belanda, Jejaknya Ditemukan pembangunan MRT fase 2

Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
Istimewa
Hindia Belanda gunakan trem untuk transportasi Batavia 

2. Trem Uap Batavia

Trem uap mulai beroperasi di Batavia pada tanggal 18 September 1881.

Trem uap dikelola oleh NITM untuk mengantikan trem kuda yang pengoperasiannya telah dihapus.

Jalur rel NITM terletak di jalur kanan jalan serta memiliki lebar 1.118 milimeter dan memiliki rel kembar agar dua trem dari dua arah tidak saling menunggu yang bisa menyebabkan kemacetan.

NITM memiliki kantor pusat dan depo di daerah Kramat tepatnya di sisi timur Jalan Kramat yang digunakan untuk menyimpan, merawat, dan mengisi bahan bakar trem uap.

Adapun jalur trem uap yakni Batavia-Harmoni, Harmoni-Kramat, Kramat-Meester Cornelis, dan Meester Cornelis-Kampung Melayu.

Lokomotif trem uap yang dibeli dengan harga f 8.800 dari pabrikan 82 Hohenzollern di Jerman dan berjenis “Fireless Locomotive” atau lokomotif tanpa api yang memanaskan ketel uap (Widoyoko, 2007: 11).

Trem uap melakukan pembagian kelas yaitu kelas satu terletak di bagian depan untuk penumpang Eropa yang memiliki kualitas lebih baik dengan tarif 25 sen.

Lalu kelas dua terletak ditengah bertarif 20 sen khusus penumpang keturunan Timur Asing dan Arab, dan kelas tiga terletak di bagian akhir untuk masyarakat pribumi bertarif 15 sen.

Selain itu, trem uap juga menyediakan gerbong di bagian akhir yang disebut Pikolanwagen yang dioperasikan untuk angkutan barang pasar atau hewan ternak bagi pedagang.

Baca juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Ancol yang Sudah Diincar jadi Tempat Wisata Sejak Abad ke 17

Lebih rinci terdapat berbagai ketentuan ketika menaiki trem uap NITM, yaitu:
1. Anak-anak dibawah usia dibawah 3 tahun tidak perlu membayar tiket
2. Penduduk Eropa duduk di bagian depan,sedangkan penduduk Timur Asing dan Pribumi di bagian belakang
3. Barang-barang berukuran kecil bisa dibawa ke dalam gerbong dan tidak dipungut biaya, sedangkan jika terdapat benda yang ukurannya besar tidak diperbolehkan di dalam gerbong
4. Anjing atau hewan lain bisa dimasukkan ke dalam gerbong jika hewan tersebut tidak menganggu penumpang lain
5. Pembayaran dilakukan secara tunai dan kondektur wajib memberikan tiket kepada penumpang yang telah membayar, setelah turun dari trem, tiket tersebut dikembalikan kepada kondektur untuk dihancurkan
6. Penumpang tidak diperkenankan naik atau turun tidak pada tempatnya dan perusahaan NITM tidak bertanggung jawab ketika terjadi kerusakan atau kecelakaan

Pada perkembangannya, trem uap memiliki masalah yang dinilai terlalu bising sehingga menganggu ketenangan masyarakat kota.

Trem uap juga sering terlibat dalam kecelakaan antara pejalan kaki atau pengendara kendaraan bermotor, dan ketika musim hujan trem uap sering mogok karena cerobong asap yang terendam air serta trem uap yang mendingin.

Dari sejumlah kelemahan trem uap, munculah trem listrik.

3. Trem Listrik Batavia

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved