Pilpres 2024

Selain Airlangga Hartarto, Golkar Juga Tawarkan Sosok Ini Jadi Cawapres Prabowo Subianto

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Laksono menyatakan jika Partai Golkar masih terbuka lebar terkait nama pendamping Prabowo di Pilpres 2024.

Editor: Joko Supriyanto
Kompas.com/Humas Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi saksi nikah bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di pernikahan putri Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat di Bandung, Sabtu (8/2/2020).(Humas Jabar) 

"Belum belum itukan masalah teknis yang perlu dibahas tentunya kalau kita berbicara sudah berkoalisi hal-hal seperti itu kan harus dibicarakan dengan para ketua umum yang bergabung dalam koalisi tersebut," kata Lodewijk saat ditemui awak media di Gedung DPR/MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2023).

Wakil Ketua DPR RI itu juga menepis anggapan kalau dalam penentuan cawapres itu berada di tangan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Anggapan itu muncul lantaran PKB merupakan satu dari tiga partai yang berkoalisi paling lama dengan Gerindra.

Terlebih, Cak Imin selalu didorong oleh seluruh kader PKB untuk masuk dalam kertas suara Pilpres mendatang.

Lagi-lagi kata Lodewijk, terkait penetapan cawapres itu berada di keputusan seluruh ketua umum partai koalisi.

"Nah ini kan baru wacana-wacana yang disampaikan itu keputusan partai masing-masing. tentunya untuk membicarakan fixnya bagaimana para ketua umum ini tentunya akan berbicara tentunya dengan Pak Prabowo," tukas Lodewijk.

Prabowo Senang dengan Jokowi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan tak menyesali keputusannya bergabung ke pemerintahan Jokowi.

Menteri Pertahanan itu optimis di bawah kepemimpinan Jokowi bisa menyejahterahkan masyarakat Tanah Air.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutannya persemian Rumah Pemenangan Relawan Prabowo Subianto yang dihadiri ratusan relawan pendukung Jokowi.

"Dan saya tidak menyesal sedikitpun keputusan saya, saya yakin keputusan saya benar dan Alhamdulillah Indonesia bersatu dan Indonesia sekarang kelihatannya kuat dan kita di ambang bangkit menuju Indonesia emas," jelas ucap Prabowo dalam sambutannya di Rumah Pemenangan Relawan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023).

"Karena sejak awal saya berkeyakinan walaupun saya bersaing, melawan Jokowi saya bersaing, bersaing dengan semangat, bersaing dengan tegas, tapi bersaing sebagai saudara, bersaing sebagai kawan seperjuangan," tambah dia.

Baca juga: Anomali Gerindra Tangsel, Suara yang Diraih Partai Hanya Sepertiga Pemilih Prabowo

Baca juga: Di Hadapan Pengurus Gerindra se-Tangerang Raya, Prabowo Ungkap Kriteria Pendamping pada Pilpres 2024

Baca juga: Terima Dukungan Golkar dan PAN, Prabowo Terharu dan Janji Tidak Akan Bikin Kecewa Partai Pendukung

Dia mengisahkan soal keputusannya bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Awalnya, kata dia, Indonesia berpeluang menjadi negara besar ke-4 di dunia pada 2045-2050. 

Meski demikian, ia mengingatkan hal itu bisa tercapai jika masyarakat Indonesia bersatu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved