Selasa, 14 April 2026

Banjar Lahar Dingin di Sumbar

Korban Banjir Lahan Dingin Marapi Sebut Batu Sebesar Mobil dan Motor Jebol Dinding Rumah Warga

Martias mengatakan banjir yang memporak-porandakan kampungnya berasal dari sungai di Koto Tuo.

Editor: Joseph Wesly
TribunPadang.com/Arif RK
Bongkahan kayu besar diseret lahar dingin Marapi terlihat berjejer di Simpang Manunggal, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Limo Kaum, Tanah Datar, Senin (13/5/2024). 

TRIBUN TANGERANG.COM. PADANG- Warga Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Martias menceritakan detik-detik banjir lahar dingin menerjang kampungnya pada Sabtu (11/5/2024).

Banjir lahan dingin melanda Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (11/5/2024. Dari beberapa kabupaten, Kabupaten Agam menjadi satu di antara titik terparah.

Martias mengatakan banjir yang memporak-porandakan kampungnya berasal dari sungai di Koto Tuo.

Air lahar dingin tiba sekitar pukul 22.15 WIB dengan membawa material batu hingga pohon.

Air dengan debit sangat deras tersebut sangat keruh.

Besarnya debit air membuat warga setempat tanpa persiapan apapun hanya bisa pasrah menunggu galodo (banjir bandang) itu mendatangi rumah mereka masing-masing.

"Airnya sangat besar, sehingga meluas kemana-mana," ujarnya.

Baca juga: Di Kabupatem Tanah Datar, Warga Temukan Bagian Tubuh Korban Banjar Lahir Dingin Marapi

Air yang meluber membawa  batu hampir sebesar mobil dan motor menerobos dinding-dinding rumah warga.

Banjir bandang tersebut menghanyutkan kedai harian semi permanennya dan mobil.

Kedai itu hanyut beserta isinya yang tidak terlihat lagi puing material dan isi kedainya.

"Entahlah, puing bangunannya saja tidak ketemu lagi," ucapnya.

Beruntung fisik mobilnya masih terlihat meski sudah hampir setengah penyok, menahan batu besar yang terbawa banjir.

Nasib mujur rumah Martias masih berdiri, meski kaca-kaca pecah dan bagian dalamnya dipenuhi lumpur.

Baca juga: Data Terkini Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar: Sebanyak 41 Orang Warga Meninggal Dunia

Sekarang Martias dan keluarga hanya menyisakan pakaian di badan yang basah terendam banjir. Stok makanan sudah hampir habis.

Pengungsi Butuh MCK

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved