Wawancara Eksklusif
Rektor UMT Calonkan Diri Dalam Pilkada di Kota Tangerang, Ingin Wujudkan Satu Rumah Satu Sarjana
Rektor UMT Ahmad Amarullah, yang juga turut ambil bagian dalam kontestasi Pilkada, untuk maju sebagai Bakal Calon Walikota Tangerang
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Reporter TribunTangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Sejumlah nama mulai bermunculan menjelang Pilkada serentak 2024 di Kota Tangerang.
Salah satunya, Rektor UMT Ahmad Amarullah, yang juga turut ambil bagian dalam kontestasi Pilkada, untuk maju sebagai Bakal Calon Walikota Tangerang.
Meski harus melepaskan status PNS saat ini, Ahmad Amarullah mengaku tak menghiraukannya demi memberikan yang terbaik bagi Kota Tangerang ke depan.
Salah satu program unggulannya, yakni satu rumah satu sarjana.
Dia menginginkan setidaknya terdapat satu orang anggota keluarga, dari satu rumah di Kota Tangerang, yang lulus sebagai sarjana.
Beberapa visi dan misi juga disampaikan Ahmad Amarullah dalam wawancara eksklusif bersama Tribuntangerang.com jaringan Wartakotalive.com, pada Senin (3/6/2024).
Berikut petikan wawancara eksklusif Tribuntangerang.com, dengan Rektor UMT Ahmad Amarullah:
Ikut penjaringan ke partai PDIP, PKB, PAN, dan PSI, alasan mencalonkan diri apa?
Tentu awalnya bahwa kontestasi Pilkada serentak 2024 di Kota Tangerang ini, ingin menjadi segabai pengamat ya, namun belakangan banyak pihak-pihak yang mendorong bahkan parpol juga sudah datang ke sini, untuk pak Rektor menjadi bagian dari pesta demokrasi ini, dari partai kami untuk diusung menjadi Tangerang 1 (T1). Tapi saya bilang bahwa yang pas dan sudah mumpuni dalam hal kontestasi ini ya teman-teman partai, saya bilang biarkan saya jadi penjaga gawang, atas moral ataupun nilai-nilai yang bagus untuk berkontribusi mensupport siapapun Walikota terpilih ya, berkontribusi, enggak harus juga menjadi Walikota untuk bisa memajukan kota ini, seperti itu dalam berbagai podcast, namun karena desakan yang mungkin terasa, terasanya ketika gambar di mana-mana, tanpa seizin saya, dengan biaya mereka, akhrinya saya terenyuh juga, akhirnya kita di antara para wakil rektor, yaudah kalau fenomena seperti itu, bismillah aja untuk bisa berkiprah lebih luas lagi.
Saya merenung, dan banyak risiko yang harus dipertaruhkan, lalu saya kumpulkan anak, istri, untuk seperti apa ke depan dalam langkah kontestasi ini, salah satunya soal peraturan atau UU mengharuskan mundur dari PNS, ternyata keluarga saya, anak dan istri saya setuju, memang saya pikir selama ini saya sudah nyaman sebetulnya ya, apalagi pernah mantan birokrat selama 18 tahun, kemudian di sini rektor menangani 17 ribu mahasiswa, sampai ada yang bilang, pak rektor saat ini jaketnya harus diperlebar, bukan hanya 17 ribu mahasiswa tetapi bagaimana mengelola 2 juta penduduk kota, ini saya kira tantangan ya, dengan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat tentunya yang mensupport ini enggak boleh lepas tangan, harus berjuang, makanya saya juga ingin buktikan, mereka mengklaim didukung oleh masyarakat, pertanyaannya masyarakat yang mana, bisa enggak secara kuantitatif ditunjukkan, paling enggak melaluli survey, memang saat ini saya belum melakukan survey, kita lihat nanti, apakah dengan mengundang lembaga independen atau partai sendiri yang mengadakan, ini saya kira kita lihat ke depan pada akhirnya kami akan tahu kalau surveynya juga sudah meyakinkan
Sebelum melangkah lebih jauh, berarti kan harus memutuskan pertimbangan, urgensinya bapak maju apa?
Perkembangan kota yang saya amati sejak Djakaria Mahmud, Wahidin Halim, Thamrin, terus pak Arif, sesungguhnya progresnya naik, tentu tingkat kenaikan itu di dalam situasi saat ini, dengan berbagai perkembangan teknologi dan majunya berpikir masyarakat terhadap kota, apalagi sudah banyak yang berselancar di internet, perlu memang pemerintah di Kota Tangerang ini dikelola dengan cara yang bisa biasa saja, tidak begini-begini aja, harus dilakukan percepatan dengan tentu memanfaatkan sumber daya manusia yang ada. Apalagi Tangerang sebagai pintu gerbang aksi interaksi dunia internasional, tentu Kota Tangerang jangan sampai warganya hanya sebagai penonton, maka perlu serius untuk kepada generasi muda, yang segmentasinya di atas 50 persen, dampak dari bonus demografi, mereka usianya sekitar 33 sampai 44 tahun, itu adalah manusia dengan kapasitas yang sudah kita bekali sejak awal, tidak hanya fokusnya hanya ngurusin anak-anak SD, SMP, SMA pun kita pikirkan, walaupun kewenangan di provinsi, tetapi kita punya cara yang tidak melanggar aturan, apalagi perguruan tinggi, bahkan saya ingin melakukan program, satu rumah satu sarjana, harus ada. Apalagi bisa lebih dari satu, ini kita buat nanti regulasi dan pelaksanaan pendidikan yang sangat familiar terhadap mereka, sehingga mereka tidak menganggap pendidikan tinggi itu sesuatu yang tabu, apalagi kemudian kita bisa dekatkan jaraknya, enggak perlu dia harus datang ke sini, 13 kecamatan misalnya kita buat kelas-kelas, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh datang, itu salah satu cara sehingga implementasi program itu terlaksana dan terwujud, setidaknya satu rumah punya keluarga yang sarjana begitu
Apa yang bisa bapak tawarkan untuk mereka para gen z atau pemilih pemula?
Gen Z ini sesuatu yang seksi ya, para politisi dalam meraih simpati, tetapi kalau saya sih terlepas dari itu memang mereka ini kan akan menjadi calon-calon pemimpin ke depan, yang harus kita beri sentuhan, tentu hitech mereka sudah kuasai, tentu kita harus melalui high touch, sentuhan tingkat tinggi adalah apa yang kita sampaikan dari hati kita, mereka disentuh sesungguhnya apa yang mereka inginkan, apa yang mereka butuhkan, harus ada dialog dengan mereka, dan tentu kita bisa siapkan sebagai pemerintah itu kan punya segala macam perangkat, termasuk anggaran, kita sebagai fasilitator, mereka akan mengembangkan bakatnya tanpa harus meninggalkan kewajiban menuntut ilmu.
Resmi Menjabat Lagi, Wali Kota Tangsel Dihadapkan Oleh Darurat Sampah |
![]() |
---|
Perjalanan Karier Andra Soni, Dari Pengantar Surat hingga Menjadi Gubernur Banten Terpilih |
![]() |
---|
Ketua Fraksi PKS DPRD Tangsel Dadang Darmawan Bicara Pengalaman di DPRD dan Komitmen untuk Warga |
![]() |
---|
Butuh Perhitungan dan Seleksi Panjang Memilih Intan Nurul Hikmah Jadi Wakil Bupati Tangerang 2024 |
![]() |
---|
Dua Kali Musyawarah di Keluarga Inti Demi Mendapat Restu Beribadah, Mengabdi dan Melayani Masyarakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.