Wawancara Eksklusif

Rektor UMT Calonkan Diri Dalam Pilkada di Kota Tangerang, Ingin Wujudkan Satu Rumah Satu Sarjana

Rektor UMT Ahmad Amarullah, yang juga turut ambil bagian dalam kontestasi Pilkada, untuk maju sebagai Bakal Calon Walikota Tangerang

Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro
Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang sekaligus bakal Calon Wali Kota Tangerang Ahmad Amarullah mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPD PSI di Jalan Veteran, Sukasari, Kota Tangerang, Banten, Kamis (23/5/2024). 

Saya melamar guru PNS jurusan fisika yang sangat langka kalau jurusan bahasa Indonesia banyak, formasinya cuma 150 yang daftar 6 ribu, saya ada formasi Guru fisika. formasinya 12 yang daftar 9 orang. Terus saya berkiprah di PNS pernah dibayar penugasan pertama itu di Jawa Barat tahun 99, Disaat itu belum ada pabrik semen merah putih. Saya naik Elf dari Rangkas, naiknya di atas kap karena penuh sebagai mobil terakhir waktu itu. Itu sepanjang jalan 200 KM karena hujan saya basah kuyup kehujanan, terus selesai hujan panas kering lagi badan sampai Malingping hujan lagi begitu bayar nawar masa bayarnya sama dengan yang di bawah. Terus apa dia bilang dibilang kalau bapak nggak mau ya udah turun aja begitu. Ya sudah pasrah Akhirnya sampai di rumah itu saya ngontrak di Bayah. Naik kendaraan umum untuk pergi ke sekolah juga tiap hari 30 km, naik ke atas gunung memecah yang namanya hutan karet. Kadang-kadang naik mobil yang muatan kayu, yang mau membawa kayu hutan dari Bayah ke Pelabuhan Ratu, sudah dilakoni itu kegiatan pendidikan itu nah tahun 2006 saya sudah bisa pindah ke Tangerang, saya menjadi guru SMP Negeri 8. Kemudian kebetulan ikut ikut terlibat dalam proses politik di Tangerang Pak Wahidin Halim narik saya sebagai penilik terus jadi Kasie terus jadi Kabid. Akhirnya saya mengundurkan diri tahun 2019 

Apa pesan bapak untuk para pemuda yang saat ini masih merintis? 

Yang pertama sih sebenarnya meluruskan niat kita mau ke mana Kalau sudah sampai ke titik itu itu sebagai titik berangkatnya tekuni saja. Dalami 

apapun sesungguhnya kalau sudah ditekuni dan didalami itu pasti menghasilkan, kalau saya mengambil pepatah teman-teman atau tetangga saya pedagang di pasar, itu ketika orang punya kemauan, bonggol pisang pun bisa jadi duit, jadi itu filosofinya cukup dalam bahwa memang kita jangan terlalu minder ketika kita dianggap tidak punya kemampuan, atau bahkan kita merasa rendah diri, justru paling penting adalah jangan kemampuan dulu, tapi kemauan dulu, kalau kemauan udah mulai ada, Insyaallah kemampuan mengikuti apalagi kalau sudah punya kemauan dan kemampuan, ya sudah betapa banyak orang yang punya kemauan tapi nggak punya kemampuan, tapi orang yang punya kemauan lalu kemampuan akhirnya dia bisa raih banyak yang sukses. Hari ini mereka sukses itu ya tadi bagaimana perjalanan hidupnya yang jatuh bangun yang jelas tidak boleh menyerah. Jadi di dalam kesulitan pasti ada kemudahan, katakanlah Tuhan tidak tidur melihat orang-orang yang bersungguh-sungguh apalagi bahwa Allah mengatakan, sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya, maka saya kira kembali kepada kita untuk terus bersemangat bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, itu yang memotivasi kita untuk bisa melakukan progres yang terus baik. (m41)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved