Wawancara Eksklusif
Rektor UMT Calonkan Diri Dalam Pilkada di Kota Tangerang, Ingin Wujudkan Satu Rumah Satu Sarjana
Rektor UMT Ahmad Amarullah, yang juga turut ambil bagian dalam kontestasi Pilkada, untuk maju sebagai Bakal Calon Walikota Tangerang
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Ilmu kan enggak cuma didapat dari lembaga formal ya, seperti sekolah, tapi juga bisa yang nonformal, mereka seolah-olah seperti enggak sekolah, tapi dapat ijazah, tapi tentu ada kriteria sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, dapat ijazah, tetapi dia juga tetap bergerak di bidangnya masing-masing dengan hobinya. Dan pendidikan modern itu sesungguhnya tidak kaku, kita buat fleksibel. Seperti di UMT sendiri kan mereka enggak hanya di kelas, dengan sistem LMS, daring hibryd, match lah antara pembelajaran tatap muka dan melalui internet, itu kita buka. Makanya UMT walaupun jumlah mahasiswanya cukup besar, itu mereka tidak kekurangan kelas, bahkan mereka dikasih pilihan, mau belajar secara daring atau luring, dengan aplikasi yang disiapkan oleh tim teknologi kita, mungkin lagi banyak pekerjaan lain ya milih daring, tapi kalau lagi rindu dengan kampusnya milih luring, siang malem nih kampus enggak terlalu krodit, artinya ada fleksibilitas di sana
Ketika diajukan diusung menjadi T1 kaget enggak, harus pakai mahar apa, ada yang seperti itu?
Sampai saat ini si tidak ada harus menyiapkan uang dan segala macamnya, kalau si prinsipnya saya sudah mewakafkan diri, saya pertaruhkan, dengan pemikiran yang saya akan bawa dengan masyarakat Tangerang, masa sih saya harus mengeluarkan pengorbanan lain, kalau kemudian tidak ada kesepakatan itu, saya tidak memaksakan, toh yang memang akan bisa mendaftarkan sebagai kandidat kan partai. Dan Partai juga dia punya pertimbangan-pertimbangan. Nggak mungkin juga dia mendorong dorong kandidat.
yang barangkali tingkat kemenangannya dipertanyakan dia pakai survei dan lain-lain dan akhirnya nanti kembali ke partai dia mau mencalonkan menurut mereka kriteria nya Tangerang 1 kami siap
Ketika di PAN kemarin siap keluar PNS, sudah segitu siapnya?
Saya sudah mengalami PNS ya. Alhamdulillah begitu. Ya udah saatnya meninggalkan PNS . Karena ada panggilan yang memberikan kemaslahatan lebih luas kepada masyarakat, ini salah satu bentuk keseriusan saya dalam mewakafkan diri saya dan bisa membawa kota kelahiran saya menjadi lebih maju makanya saya mengambil jargon Tangerang yang smart, smart, itukan dimana membangun Tangerang maju itu indikator kesejahteraannya, apalagi Banten ini termasuk penganggurannya tingkat tinggi secara nasional salah satunya hantu Kota Tangerang juga harus memberikan perhatian lebih Biar mereka menjadi Sejahtera tingkat hasil kesehatannya pendidikannya dan tentu Ketenagakerjaan nya nanti kita berkolaborasi dengan usaha dengan dunia bisnis di mana mereka nanti dengan akademis. Iya bersandingan mengangkat kapasitas mereka yang mau dibutuhkan di bidang apa di industri mereka itu kita buat bungkusannya sehingga mereka ketika menerima anak-anak muda kota ini sudah siap tidak menjadi beban begitu Itu salah satunya kemudian tentu tidak harus mereka bekerja di dunia industri industri besar mereka juga bisa membangun itu sendiri itulah kemandirian dengan UMKM yang memang sangat tumbuh subur belakangan ini di kalangan anak muda termasuk UMT sendiri itu membina 46.000 UMKM ini juga kita akan percaya akan mereka dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, seperti saya sering menyatakan hampir setiap tahun APBD kita itu selalu punya anggaran sisa . Coba bayangkan nggak terserap. Rp 500 miliar ini bukan main-main itu merupakan suatu yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat. Maka saya kira dananya banyak itu untuk memberdayakan UMKM tetapi tidak sekedar ketika diberikan dana begitu saja tetapi ada ada pendampingannya. Bagaimana mendampingi manajemennya kita kerjasama dengan kampus Bagaimana pemasarannya bagaimana pendistribusian dan sebagainya sampai kepada akuntansinya dan lain-lain sehingga mereka terukur dengan pendamping pendamping gitu dan dana itu bisa dikembalikan secara bergulir dan bisa dimanfaatkan bagi UMKM yang lain, dengan begitu kan mereka berdaya apalagi yang luar biasa sesungguhnya kota Tangerang ini kan yang kota 1001 industri, sekarang sudah mulai bergeser bukan industri lagi, tapi jasa, perdagangan itu dengan teknologi yang ada anak-anak Gen Z ini punya kepiawaian di bidang teknologi Kenapa kita nggak bisa manfaatkan. Mereka tidak hanya punya toko tidak punya gudang dan lain-lain tapi mereka bisa menjadi mediator untuk terjadinya interaksi antar saksi bisnis
Artinya ini produknya UMT, ini bisa dijelaskan buat apa?
Kita kan berangkat dari keinginan bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dan sangat kita sadari. Untuk meningkatkan kualitas itu bagaimana? Kita akan berangkat dari keinginan bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan, dan sangat terasa dari untuk meningkatkan kualitas itu harus memiliki biaya yang mahal. Kita tidak juga kemudian memberikan ini ke masyarakat kalau pengen pendidikannya berkualitas
bayarannya juga harus siap. Maka saya ingin kualitas pendidikan meningkat, dengan biaya tinggi tapi biaya tinggi itu tidak dibebankan sepenuhnya kepada masyarakat. Nasyarakat tetap ada kewajiban membayar biar mereka jugabersungguh-sungguh tetapi terjangkau. Lalu bagaimana untuk mendongkrak fasilitas dan lain-lain sehingga pendidikan ini berkualitas? maka harus ada biaya-biaya di luar pendapatan dari mahasiswa salah satunya saya terobsesi untuk membuat pabrik minuman kemasan yang saya sebut UMT Q. Bahkan kedepannya kalau profitnya cukup menjanjikan ya kita subsidi kalau mereka-mereka yang dalam konteks ekonominya kurang mampu makan ini bisa gratis apalagi yang hafal Alquran, yang punya prestasi tingkat tertentu itu kita bisa bebaskan dan mereka yang berprestasi akademik untuk bisa diberikan dan untuk beberapa tahun ini yang dijalankan adalah mereka yang IPK nya tertinggi lulusannya itu kita dorong untuk di lanjut ke S2, baik di luar dan di sini yang mungkin jurusannya ada disini yang mereka di sini yang keluar ya boleh keluar mau ke swasta ataupun ke negeri. Bahkan kita dorong mereka untuk dibina kemampuan bahasanya sehingga bisa sampai mengikuti tes fasilitas ke luar negeri dan sebagainya Itu kita dorong dan kita biayai, dan setelah S2 mereka mengabdi ke kampus, seperti ada ikatan dinas biaya-biaya enggak ingin kita dari usaha-usaha seperti ini
Ini melibatkan mahasiswa atau gimana?
ini masih kita kerjasama dengan pabrik kita belum punya sendiri tapi ada tahapan-tahapan berikutnya, lalu kita akan bangun sendiri dan nanti karyawannya kita bisa serap dari mahasiswa misalnya mereka 3 hari kuliah 3 hari kerja, itu kan bisa dia membiayai sendiri biaya kuliahnya dari penghasilan, bahkan nanti kami tawarkan mereka menjadi distributor misalnya tempat tinggalnya, sehingga spp-nya bisa dari keuntungan ini distributor.
Ini idenya dari mana pak rektor?
Kami memang lembaga pendidikan ini harus berpikir keras terus-menerus. Cari cara-cara yang inovatif dan saya berkunjung ke sebuah universitas di Taiwan lalu saya diantar ke pabrik. Mereka memproduksi kantong infus, kantong darah selang dan sebagainya mereka memperkerjakan mahasiswanya, nanti mahasiswanya 3 hari kuliah 3 hari bekerja dan memang mereka sudah besar karena walaupun yang diproduksi hanya kantong darah dan selang infus, tapi sudah ekspor memenuhi kebutuhan dunia, saya terobsesi kenapa tidak juga yang namanya manusia itu kan air itu kebutuhan dasar kalau kita bisa berkembang kan minuman kemasan yang lainnya juga bisa mendunia, kenapa Universitas Muhammadiyah Tangerang tidak bisa
Bisa diceritakan masa kecilnya dulu seperti apa?
Saya SD di Tanah Tinggi Tangerang 3 April 1966 dari sepasang suami istri yang kebetulan bapak saya Pegawai golongan 2. Dari SD saya sudah dibangun keprihatinan misalnya kalau mau berangkat sekolah harus sarapan pengen makan telur harus nungguin peliharaan bapak bertelur, tapi nggak sekedar nungguin biar dia terangsang bisa bertelur maka saya harus cari makanan sehingga saya subuh-subuh keliling warteg. kita pesan makanan bekas-bekas orang dari ember, kita masukin kita tebar ke bebek bebek itu bertelur kita ambil telurnya kita bisa sarapan pagi atau saya pengen makan ikan maka saya malamnya ngaji di Surau itu ke sawah. Itu tancepin pancingan subuh-subuh. Dapat ikan gabus yang saya ngin. Termasuk saya kalau melihat mereka keluarga-keluarga berada punya mainan mobil-mobilan yang bagus-bagus itu saya pulang enggak minta beli tapi bikin dari bekas bahan-bahan sendal jepit dipotong-potong dikasih ini, bisa jadi mainan asik bahkan SMP saya SMP Negeri 2 Itu membangun jiwa intertainment saya. Melalui berdagang es agar es mambo di RSUD Kabupaten Tangerang. Jalan kaki dari Tanah Tinggi, saya ngambil dari Depok, itu kan sistemnya setoran harganya misalnya 15 perak saya jual 25 perak, terkadang kalau lihat pangsa pasarnya bagus, saya jual 50 perak. Karena kebutuhan mereka ya mereka pada beli walaupun nggak habis. Temen saya yang jualnya sesuai yang standar itu ya habis ya itu dia, meskipun untungnya gedean saya. Jadi jiwa intertainment saya mulai terbangun. Diajak bapak berjualan kopi Medan sekampung Tanah Tinggi didatengin, dihutangin, saya manggul pakai karung, saya jual kopi bubuknya. Setelah itu saya ingin mandiri SMA itu saya dagang kelapa. Kelapa muda, kelapa untuk santan ke pabrik-pabrik kue, karena memang kalau mengandalkan penghasilan bapak kan anak ada 8, saya anak nomor kedua jadi saya ingin mandiri, begitu lulus SMA tahun 86 saya melanjutkan ke IPB karena SMP pertanian yang sekarang menjadi SMP Negeri 2 itu sekolah yang siswa lulusannya Banyak yang diterima di ITB.
Saat kelulusan kami tahun 86 itu aturannya berubah bahwa yang bisa masuk tes IPB itu adalah lulusan SMA, saya berdebat dengan panitia kami pun tiap hari belajar IPA, tapi adik ini bukan lulusan SMA tapi SMP pertanian. Di situ ya nggak bisa kita bantah jadi ya udahlah. Terus saya berusaha untuk tidak menganggur, setelah lulus SMP pertanian ini lalu saya akhirnya lihat baca ada tes di IAIN ya, sekarang UIN Syarif Hidayatullah. Saya mau ngambil apa nggak pernah mengikuti pendidikan dasar tetapi pengajian terus saya mengaji Quran itu biasa bahkan saya pernah juara cerdas cermat kandungan Alqurau, itu juara Kabupaten Tangerang tahun 89, ini membuat saya percaya diri, kakek saya kan dari Nahdiyin, luar biasa mendidik saya ini akhirnya saya tertarik udah saya mengambil fakultas Tarbiyah. Mau daftar Minta ke keluarga kan nggak bisa, saya jual aja Itu hadiah hadiah juara 1 MTQ saya ke Pegadaian Tangerang hadiahnya beberapa potong bahan terus tipe recorder Saya gadaikan. Dapat saya kalau nggak salah Rp150.000, daftar ke UIN Rp75.000, begitu buka, pertanyaannya ya soal Bahasa Arab luar biasa, yang saya bisa saya jawab tapi saya banyak nggak bisanya akhirnya gagal.
Saya terus didorong untuk menjadi guru SD saya menjadi guru SD tahun 89. Awalnya saya nggak mau jadi guru sampai ditawari oleh tokoh masyarakat oleh almarhum Bapak Haji Umurudin bahkan, karena beliau melihat saya setiap hari di masjid ketika tidak diterima di seleksi ini lalu nongkrong sering di masjid. Malamnya saya disuruh ngajarin ngaji anak-anak dari siswanya cuma 5 sampai 7 orang. Setelah itu saya tekuni pengajian dari maghrib sampai Isya. Masya Allah sampai 350 orang saya mengelola anak-anak itu sampai tokoh masyarakat yang punya duit di situ dan ibadahnya rajin bilang anak-anak banyak yang lari sana sini mengganggu orang tua udah besok gausah ada pengajian lagi di masjid. Saya kaget wah ini seorang Kiyai berbicara seperti ini, tapi dia bilang nanti saya dibikinin gedungnya begitu. Saya pikir bercanda beliau. Kemudian ternyata diukur tanah di depan masjid, sekitar 3 bulan jadi itu akhirnya anak-anak pindah ke sana, namanya gedung Al Muhajirin, kemudian malamnya anak-anak sudah terbagi menjadi 3 kelas. Saya terus tahun 93 dibutuhkan oleh orangtua yang mengelola perguruan di sini untuk suruh membikin brosur bikin proposal dan lain-lain untuk pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah tahun 93, saya bolak-balik ke sini saya sarankan ke teman-teman untuk melanjutkan pengajaran yang kemudian ditingkatkan menjadi Madrasah Diniyah. Nah di sini saya mulai menata tuh tahun 92 di pendidikan STIE Muhammadiyah, tahun 2000 saya didorong untuk mendirikan STAI Muhammadiyah Tahun 2022, diberikan kesempatan untuk mendirikan perguruan tinggi kesehatan, tahun 2007 Muhammadiyah merekomendasikan dari Musda tahun 2005, agar segera merekomendasikan sekolah-sekolah tinggi menjadi universitas saya dijadikan sekretaris tim. Akhirnya saya dan teman-teman bergerak jadilah tahun 2009 Universitas Muhammadiyah Tangerang, yang dengan Prodi sebanyak 25 program studi, lalu sekarang sudah berkembang sudah menjadi 34 program studi, ada magisternya dan alhamdulillah terus berkembang, dan itulah mungkin yang kemudian ketika almarhum sudah lebih dulu menghadap Allah 2019 saya di daulat untuk melanjutkan kepemimpinan beliau selama 2 tahun, setelah itu saya masih merangkap dengan pejabat di jabatan saya menjadi eselon 3. Tapi begitu 2021 selesai masa jabatan saya yang di habiskan itu. Saya dikukuhkan lagi. Nah, Ketika saya jadi Rektor itu saya tidak boleh merangkap. harus mengundurkan diri, itu dinamika saya sampai kemudian saya waktu mengajar di SD itu tahun delapan sembilan akhirnya ditingkatkan suruh ngajar SMP, tapi tidak serta merta untuk mengajar SMP, harus ada ijazah PGSMP, saya ke Universitas Terbuka, lalu saya ke D3
akhirnya diarahkan oleh orang-orang ke IKIP Rawamangun. Begitu saya kesana, saya daftar S1 kelas extension. Artinya mahasiswa yang diterima adalah mereka yang mengajar sekian tahun, dan sebagainya dibuktikan dengan SK, sehingga saya tanpa tes. Saya ngambil S1, yang menantang saya adalah S1 jurusan fisika. Padahal saya dulu di SMP pertanian. Banyak belajar biologi sehingga semeter pertama itu ada 6 mata kuliah itu begitu tes ujian 5 mara kuliah nilanya E semua, yang lulus cuma satu biologi nilainya A. Saya di situ sudah frustasi, tapi alhamdulillah didorong sama teman-teman sekelas belajar bareng, nah itu yang kemudian Akhirnya saya selesai tahun tahun 1998 .
Resmi Menjabat Lagi, Wali Kota Tangsel Dihadapkan Oleh Darurat Sampah |
![]() |
---|
Perjalanan Karier Andra Soni, Dari Pengantar Surat hingga Menjadi Gubernur Banten Terpilih |
![]() |
---|
Ketua Fraksi PKS DPRD Tangsel Dadang Darmawan Bicara Pengalaman di DPRD dan Komitmen untuk Warga |
![]() |
---|
Butuh Perhitungan dan Seleksi Panjang Memilih Intan Nurul Hikmah Jadi Wakil Bupati Tangerang 2024 |
![]() |
---|
Dua Kali Musyawarah di Keluarga Inti Demi Mendapat Restu Beribadah, Mengabdi dan Melayani Masyarakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.