Respons Benjamin Netanyahu setelah Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas di Taheran

Ismail Haniyeh tewas setelah menghadiri pelantikan presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian.

Editor: Joseph Wesly
Majid Asgaripour/Wana/Reuters
Warga berduka dengan kematian Ismail Haniyeh. 

TRIBUN TANGERANG.COM, TEL AVIV- Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas saat sedang beristirahat di rumahnya di Taheran, Iran.

Sebelumnya, Komandan Hezbollah Duad Shukr terbunuh di tempat berbeda.

Ismail Haniyeh tewas setelah menghadiri pelantikan presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian.

Ismail pulang ke rumahnya setelah sehari sebelumnya menghadiri pelantikan Masoud Pezeshkian.

Kematian Ismail dikonfirmasi Hamas. Hamas membenarkan kematian Ismail Haniyeh.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka suara setelah kematian Ismal.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi Israel selama sekitar 5 menit, Netanyahu hanya secara eksplisit menyebutkan pembunuhan Komandan Hezebollah di Beirut selatan.

“Kami telah melenyapkan tangan kanan (pemimpin Hezbollah Hassan) Nasrallah, yang secara langsung bertanggung jawab atas pembantaian anak-anak,” kata Netanyahu pada Rabu (31/7/2024).

Ia merujuk pada tewasnya 12 anak pada akhir pekan lalu dalam sebuah serangan roket di Dataran Tinggo Golan yang dituduhkan kepada Hezbollah.

Baca juga: Sikap 6 Negara Atas Serangan Israel yang Menewaskan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran

“Kami telah menyelesaikan masalah kami dengan Mohsen dan kami akan menyelesaikan masalah kami dengan siapa pun yang menyakiti kami,” kata Netanyahu dengan menggunakan nama samaran Shukr, dikutip dari AFP.

Kapan Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Paris Akan Diraih? Artikel Kompas.id Adapun Hezbollah telah membantah bertanggung jawab atas serangan di Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel pada Sabtu (29/7/2024).

Sementara itu, ia tidak menyinggung pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Iran. Namun, Netanyahu mengatakan, seandainya Israel menyerah pada tekanan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, tidak akan ada pemimpin Hamas dan ribuan pasukan Hamas yang terbunuh.

"Kami memberikan pukulan telak kepada semua musuh," kata Netanyahu. Netanyahu nyatanya tetap membela kampanye militer Israel di Jalur Gaza.

Ia padahal telah menghadapi tekanan dari dalam dan luar negeri untuk mengakhiri perang dan menyetujui gencatan senjata serta kesepakatan untuk membawa kembali sandera yang masih ditahan di wilayah Palestina.

 “Jika kita mendengarkan suara-suara ini, kita tidak akan menghabisi para pemimpin Hamas dan ribuan pasukannya, kita tidak akan menghancurkan infrastruktur mereka... Kita tidak akan menciptakan kondisi yang membawa kita lebih dekat pada kesepakatan yang akan memungkinkan pembebasan semua sandera dan pencapaian semua tujuan perang,” dalihnya.

Baca juga: Pria Murah Senyum dan Lemah Lembut Itu Kini Telah Tiada

“Tiga minggu yang lalu kami menyerang kepala staf Hamas, Mohammed Deif. Dua minggu lalu, kami menyerang Houthi dalam salah satu serangan terjauh yang pernah dilakukan angkatan udara," klaim dia, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Netanyahu tidak merujuk pada pembunuhan Haniyeh, yang diumumkan sebelumnya pada Rabu oleh Hamas dan Garda Revolusi Iran.

Israel Ia dibunuh di kediamannya di Teheran bersama seorang pengawalnya.

Media Iran mengatakan, serangan pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat itu menargetkan kediaman khusus bagi para veteran perang di Teheran utara, tempat Haniyeh tinggal atau singgah.

Haniyeh melakukan perjalanan ke Teheran untuk menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa.Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved