Klarifikasi Lengkap RS Medistra Soal Dugaan Larangan Pakai Hijab yang Diprotes Dokter Diani Kartini

Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan akhirnya memberikan klarifikasi secara lengkap menyikapi isu yang berkembang soal larangan pakai hijab.

|
Wartakotalive.com
Direktur RS Medistra Jakarta Selatan, Dr. Agung Budisatria secara tegas jika RS Medistra sangat menghargai dan menghormati keberagaman atau perbedaan keyakinan di kalangan pegawai rumah sakit. Hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah fasilitas ibadah untuk pegawai muslim maupun kristiani. 

"Jadi isu itu yang melebar dan kami sudah mengupayakan untuk melakukan konsolidasi internal dan juga ke luar," lanjut Agung.

Baca juga: Ramai Soal Dugaan Larangan Pakai Hijab Bagi Pegawai, RS Medistra Minta Maaf

Sementara itu Manager Sumber Daya Manusia (SDM) RS Medistra Jakarta Selatan, Markus Triyono menuturkan, penyediaan fasilitas ibadah untuk membuktikan bahwa rumah sakit menghargai keberagaman keyakinan yang ada di Jakarta. Tidak dipungkiri, Jakarta diisi oleh masyarakat heterogen, yang memiliki ragam perbedaan mulai dari bahasa, suku, budaya, ras, agama dan profesi sekalipun.

"Kami memiliki masjid dan musala yang selama ini selalu digunakan oleh seluruh karyawan untuk melaksanakan kegiatan keagamaan," tuturnya.

Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) dr. Irwan Heriyanto mengaku, langsung meminta klarifikasi dengan pihak RS Medistria usai viral persoalan tersebut. Bahkan RS Medistra Jakarta juga sudah memberikan surat klarifikasi secara resmi kepada ARSSI terkait polemik itu.

"Kami menyayangkan adanya berita yang mungkin membuat tidak nyaman kita semua ya, tapi mudah-mudahan ini selesai sehingga RS Medistra bisa melayani pasien seperti biasa dan pasien tetap merasa nyaman untuk berobat di RS ini," kata Irwan.

Diketahui, Dr. dr Diani Kartini mempertanyakan kebijakan Rumah Sakit Medistra Jakarta soal aturan berpakaian para pegawainya. Hal itu diungkapkannya usai mendapati asisten dan kerabatnya melamar pekerjaan untuk menjadi dokter umum.

"Beberapa waktu lalu, asisten saya dan juga kemarin kerabat saya mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra. Kebetulan keduanya menggunakan hijab," tulis dr Diani, mengutip dari akun Instagram @lambe_turah.

Dia bilang, ada pertanyaan terakhir di sesi wawancara, terkait performance dan RS Medistra merupakan RS internasional. Pihak ruma sakit, katanya, mempertanyakan apakah bersedia membuka hijab jika diterima atau tidak.

"Saya sangat menyayangkan jika di zaman sekarang masih ada pertanyaan RASIS," ucapnya. (faf)

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved