SPMB 2025

Penampakan Terkini SMAN 10 Tangsel, Spanduk Tuntutan Warga Masih Menutup Pagar

Gerbang sekolah yang biasanya terbuka menyambut tawa siswa, kini tertutup oleh spanduk lusuh putih dan tiga batang bambu yang membentang kaku.

TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico
Suasana SMAN 10 Tangsel yang ditutup oleh warga karena protes tak ada yang diterima, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico).   

Dari data yang dimiliki warga, ada 23 anak dari RT sekitar yang mendaftar ke SMAN 10 Tangsel namun semuanya ditolak. 

Lebih lanjut, Junaidi mengatakan formasi mengenai aturan zonasi baru diterima hanya tiga hari sebelum pendaftaran resmi dibuka. 

“Ini sama saja menutup akses pendidikan bagi kami. Padahal sebelumnya, sistem zonasi benar-benar berpihak pada yang tinggal dekat. Tahun ini berubah drastis, kami bingung dan kecewa," kata Junaidi.

Tidak hanya soal teknis penerimaan, warga juga menilai sistem SPMB tahun ini menyisakan luka psikologis bagi anak-anak. 

“Mereka kecewa, merasa tidak dihargai. Padahal semangat sekolah mereka besar. Kalau begini, ke mana lagi kami harus mengadu?” kata Junaidi.

Junaidi menyatakan akan terus memperjuangkan hak anak-anak mereka. 

Jika tidak ada perubahan dalam waktu dekat, mereka berencana kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama agar anak-anak mereka bisa difasilitasi masuk ke SMAN 10 Tangsel.

“Kami tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok. Ini murni demi masa depan lingkungan kami. Tolong, pemerintah provinsi dengarkan suara kami. Jangan biarkan pendidikan hanya bisa diakses oleh yang punya nilai tinggi saja. Semua anak berhak mendapat kesempatan, apalagi yang tinggal di depan pintu sekolah,” tutup Junaidi. (m30)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved