Kasus Brigadir J

Deolipa Yumara Tuntut Bayaran Rp 15 Miliar Bikin Keluarga Bharada E Kelimpungan

Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy mengatakan, klien dan keluarganya tidak nyaman atas gugatan yang dilayangkan mantan pengacara Bharada E.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Miftahul Munir
Pengacara Deolipa Yumara saat menjalani sidang gugatan perdata terhadap mantan kliennya Bharada Eliezer alias E, Kabareskrim Komjem Agus Andrianto dan Ronny Talapessy di PN Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2022) siang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang gugatan perdata Deolipa Yumara dan Burhanuddin, Rabu (21/9/2022) siang.

Kuasa Hukum Bharada Eliezer atau Bharada E yang baru, Ronny Talapessy mengatakan, klien dan keluarganya tidak nyaman atas gugatan yang dilayangkan mantan pengacara Bharada E tersebut.

Ronny Talapessy mengatakan, kliennya terganggu atas ulah Deolipa Yumara dan Burhanuddin yang telah menggugatnya.

"Gugatan ini hanya menganggu konsentrasi dalam menghadapi kasus pidana yang sedang menimpa Bharada E," ujarnya.

Dia menyoroti permintaan Deolipa Yumara soal bayaran Rp 15 miliar selama lima hari bekerja.

Menurutnya, Bharada E tidak punya kewajiban untuk membayar uang sebanyak itu karena tak tertulis dalam surat kuasa.

Kliennya  tidak memiliki uang sebanyak itu, apalagi Bharada E hanya anggota polisi berpangkat rendah.

"Bharada E tidak punya uang, kerja sampai puluhan tahun bahkan sampai pensiun tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak itu," ujarnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadwalkan sidang gugatan perdata yang diajukan  mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara dan M Burhanuddin, Rabu (21/9/2022) siang.

Baca juga: Digugat Perdata di PN Jaksel, Kuasa Hukum Bharada E: Tidak Punya Waktu Ladeni Deolipa Yumara

Baca juga: Bharada E Jalani Terapi Trauma Pasca Terlibat Penembakan Brigadir J

Deolipa menggugat mantan kliennya, Kabareskrim dan Ronny Talapessy karena tidak terima kuasanya dicabut sebagai pengacara Bharada E.

Dua kali sidang digelar sepanjang September 2022, pihak tergugat tidak hadir di persidangan perdata tersebut.

Ronny Talapessy mengatakan, dia tidak punya waktu untuk meladeni gugatan yang dilayangkan oleh Deolipa Yumara.

"Sudah kami serahkan ke tim pengacara yang hadir, saya tidak hadir karena masih mendampingi Bharada RE," ujar Ronny.

Dia mengatakan, kliennya tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi undangan persidangan gugatan perdata di PN Jakarta Selatan.

Pencabutan kuasa Deolipa sebagai pengacara sesuai dengan Pasal 1814 Kitab Undang-undang Perdata.

"Dalam pasal itu disebutkan, pemberi kuasa dapat menarik kembali kuasanya bila hal itu dikehendakinya dan dapat memaksa pemegang kuasa untuk mengembalikan kuasa itu bila ada alasan untuk itu," kata Ronny Talapessy.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved