Beda Menteri Beda Kebijakan, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Kembali Gelar UN di 2026

Rencananya Ujian Nasional yang kerap jadi momok pelajar ini kembali dilakukan pada 2026 sesuai keinginan Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Editor: Joseph Wesly
(DOK. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Jumat (15/11/2024) 

Terkait hal ini, Mendikdasmen mengatakan masih dalam proses penentuan.

Jalan panjang UN hingga jadi Asesmen Nasional

Ujian Nasional (UN) sudah berganti nama enam kali dan meski berganti nama berkali-kali, tujuannya sama.

Yaitu sebagai penentuan kelulusan siswa.

Selain itu sebagai alat atau indikator pendidikan di Indonesia. Namun sejak 2021, AN diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada tahun 2021 lalu untuk menggantikan UN.

Walaupun sudah berganti, pada dasarnya keduanya sama-sama sebagai alat ukur capaian akademis siswa di tingkat nasional.

Hanya saja UN lebih menekankan hasil evaluasi per individu sehingga menentukan kelulusan.

Sementara AN, lebih mengedepankan pengukuran kemampuan dasar siswa dan sifatnya yang tidak menentukan kelulusan.

Mulai dari kompetensi siswa, guru, sampai sistem sekolah itu sendiri. Sehingga hasil AN, akan kembali ke sekolah lagi sebagai bahan koreksi.

Karena itu komponen utama AN yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Pada saat itu, AN diterapkan sekaligus sebagai sistem yang tidak menekan siswa dan membuat stres. Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved